Kamis, 25 September 2014

Tips menghafal Al- Qur'an dengan mudah

TIPS DAN MOTIVASI MENGHAFAL AL QURAN



Di zaman ini, sedikit sekali orang-orang yang hafal Al-Quran. Kita bisa melihat, para orang tua lebih resah kalau anaknya tidak bisa matematika atau bahasa Inggris, ketimbang tidak tahu Al-Quran. Padahal, itu adalah keluarga Muslim. Sebagai orang Islam, kita
harus yakin, hanya Al-Quran lah sebagai petunjuk hidup kita.
Ketika zaman semakin berputar mengikuti arus syahwat manusia,
selayaknyalah kita sebagai orang Islam (mungkin) harus mulai kembali menanamkan azam dan niat, tekad dan keinginan untuk mulai menghafal Al-Quran.
Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada beberapa teknik dan persiapan khusus yang bisa dipakai. Beberapa di antaranya:
* lkhlaskan niat dan bersabar
* Jangan lupa baca basmillah dulu
* Berdoa kepada Allah swt
* Bersih dari hadas kecil dan besar
* Sebaiknya menghadap kiblat
* Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
* Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
* Memberikan perhatian sepenuhnya
* Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
* Berhenti membaca ketika ingin buang angin
* Salat dua rakaat sebelum memulai
SEBELUM MENGHAFAL
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
4. Berada dalam keadaan tenang
5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal
TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL
A. Teknik “Chunking” (potongan-potongan)
* Mengelompokan ayat yang panjang dalam beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama mereka
* Mengelompokan awal surat pada beberapa bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
* Mengelompokan surat dalam beberapa bagian, contohnya mengikut pertukaran cerita
* Mengelompokan juz kepada beberapa bagian mengikut surah, hizib, rubu’, cerita dan sebagainya
* Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya
B. Teknik Mengulang
* Membaca sepotong atau sebagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai menghafalnya
* Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih)
* sebelum berpindah ke ayat seterusnya
* Selepas menghafal setiap setengah halaman, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bagian yang setengah halaman lagi
* Sebelum menghafal bagian Al-Qur’an seterusnya, harus diulang bagian yang sebelumnya.
C. Teknik Menghafal Dengan Teman
* Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
* Orang pertama membaca dan disimak oleh orang kedua
* Orang kedua membaca dan disimak oleh orang pertarna
* Saling menyebut ayat antara satu sama lain
E. Teknik Mendengar Kaset/CD
* Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah tertentu
* Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali
* Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
* Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari tersebut
* Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-lagu kerana akan mengganggu penghafalan
F. Teknik Merekam
* Rekam bacaan kita di dalam kaset dan dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul
* Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut
* Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rekaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya
G. Teknik Menulis
* Tulis kembali surat yang telah dihafal. Kemudian cek lagi dengan mushaf.
* Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau setiap rubu’, atau setiap juz, atau setiap surah dalam sehelai kertas.
MEMELIHARA HAFALAN
1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati
2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya
4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam
5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk
6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih
Motivasi Islami: Motivasi untuk Menghafal Al-Qur’an (Ustadz Abu Unais Ali Subana dan Ananda Musa 5,8 Tahun)
Posted by Radio Rodja on 18 Mei 2014 in Tematik | 2 comments
Ceramah agama dan motivasi Islami oleh: Ustadz Abu Unais Ali Subana
Bermula dari sebuah motivasi Islami dari seorang anak berusia 5,8 tahun, tepatnya 5 tahun 10 bulan, bernama Musa dari Bangka, di mana Ananda Musa ini bi’idznillahi Ta’ala telah mampu menghafal Al-Qur’an 29 juz lebih, kemudian hal tersebut dikemas dalam sebuah segmen bincang interaktif pada program Kisah Menawan Sang Teladan di Radio Rodja dan RodjaTV bersama Ustadz Ali Subana, pengasuh program Bimbingan Tajwid, sebagai pemberi tausiyah, kemudian ditemani juga oleh Abu Musa, sang ayah dari Musa, yang akan berbagi pengalaman dan tips-tips seputar cara menghafal Al-Qur’an untuk putra-putri keluarga Muslimin. Ceramah agama ini adalah siaran live Ahad pagi, 18 Rajab 1435 / 18 Mei 2014 yang dapat Anda download sekarang juga.
Ringkasan Ceramah Agama: Motivasi untuk Menghafal Alquran oleh Ustadz Ali Subana
Kita sudah banyak mengetahui sejak generasi salafush shalih, bahwa generasi salafush shalih itu adalah generasi yang sangat memperhatikan din (agama), sehingga mereka disebut oleh Allah ‘Azza wa Jalla:
أُوْلَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (لقمان: ٥)
“Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Luqman [31]: 5)
Generasi ini terus berlangsung dan generasi ini membuat decak kagum seluruh umat sesudahnya.
Dan di zaman sekarang ini, kenyataan tersebut memang tetap ada. Kalau dahulu, Al-Imam Asy-Syafi’i, dia juga hafal Al-Qur’an pada umur 6 tahun. Demikian juga Al-Imam Al-Bukhari pada umur 6 tahun juga sudah hafal Al-Qur’an. Mungkin hal tersebut terkadang hanya menjadi bahan bacaan oleh para orang tua, karena banyak yang kita lihat bahwa mereka seperti membaca sebuah dongeng, sehingga apakah mungkin hal itu bisa terjadi di zaman sekarang ini. Itu yang sering terjadi di benak orang tua. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa dan memang Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan KeagunganNya dan KekuasaanNya pada setiap generasi untuk membuktikan bahwa kejadian di zaman dahulu tersebut memang benar adanya dengan bukti ditampilkannya di setiap generasi, yaitu anak-anak yang memang dimudahkan oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala untuk menjadi tempat berkumpulnya ilmu pada mereka. Maka kita kenal generasi-generasi tersebut, sampai Al-Imam Ibnu Taimiyyah, generasi di abad ke-8 atau ke-7 Hijriyah, yang menjadi penampung ilmu.
Dan ini alangkah beratnya buat kita sekalian. Beratnya kenapa? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan ini hujjah akan adanya sosok yang menurut sebagian besar manusia berat untuk melakukannya namun ternyata ada. Sama seperti, ketika kita dihadapkan kepada orang yang seharusnya kedudukannya di bawah kita, orang yang misalnya (mohon maaf) tuna netra (tidak bisa melihat), tetapi ketika ada orang seperti itu dan hafal Al-Qur’an, maka hal itu akan berat buat yang bisa/mampu melihat. Beratnya bagaimana? Yaitu beratnya karena nanti ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Kenapa kamu tidak memperhatikan Al-Qur’an?” di mana yang tidak melihat saja bisa hafal Al-Qur’an.
Nah, demikian pula hujjah tersebut ada di hadapan kita, seorang anak, yang mudah-mudahan Allah menjaganya sampai dewasa nanti, yang bisa menjadi penampung ilmu, seperti para aimmah terdahulu kita. Dan memang inilah tugas kita sebagai orang tua. Allah berfirman:
… قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً … (التحريم: ٦)
“… Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (QS At-Tahrim [66]: 6)
Kita doakan bagi Ananda Musa beserta ayahanda dan segenap Muslimin dan anak-anak kaum Muslimin agar senantiasa dalam rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin

Kumpulan Motivasi dan Tips Menghafal Al-Quran

Sabtu, 07 Januari 2012

Hj Wirianingsih Ibu Para hafidz

Oleh Yusuf Assidiq

Proses internalisasi nilai Alquran harus dimulai di tingkat keluarga.
Ibu para hafidz. Itulah julukan yang layak disematkan kepada Hj Wirianingsih. Betapa tidak. Ketua umum PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) itu berhasil mencetak ke-11 buah hatinya menjadi penghapal Alquran. Sungguh luar biasa.
Bagaimanakah aktivis Muslimah itu mampu melahirkan putra-putri yang mampu menghafal ayat-ayat suci Alquran? Wirianingsih, menuturkan, untuk melahirkan para hafiz dibutuhkan komitmen dan keistikamahan dalam mengajarkan Alquran kepada anak dalam segenap aspek kehidupan.
Alquran, bagi Wirianingsih dan keluarganya, adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan mendasari setiap gerak dan langkah pada ajaran mulia yang terkandung dalam Alquran, maka setiap umat akan sanggup menghadapi tantangan sekaligus menyelesaikan segala macam permasalahan.
Itulah prinsip dasar yang dipegang teguh pasangan Mutammimul ‘Ula – Wirianingsih dalam mendidik buah hatinya. Muslimah kelahiran Jakarta, 11 September 1962 itu, mengaku sedari kecil sudah sangat akrab dengan ayat-ayat Alquran. Ia lalu mengajarkan hal serupa kepada buah hatinya.
Wirianingsih mengenalkan Alquran, sebagai pegangan hidup, kepada buah hatinya sejak dini. Menurutnya, pengenalan dan internalisasi nilai Alquran memang harus diberikan kepada anak-anak, sejak masih kecil. Sebab dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Kitab Suci, akan menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran hingga mereka menginjak dewasa.
Bersama sang suami, Mutammimul ‘Ula, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Wirianingsih merajut kerja sama untuk menumbuhkan jiwa Alquran kepada putra putri mereka. Pasangan ini berikhtiar untuk memberikan pola pendidikan terbaik demi mencapai hasil yang terbaik pula.
Wirianingsih bersyukur memiliki pendamping yang benar-benar memiliki perhatian besar terhadap pendidikan anak. Sang suami, misalnya, sudah menanamkan kebiasaan kepada seluruh anggota keluarga untuk beri’tikaf di masjid setiap tiba bulan Ramadhan.
Adalah sebuah karunia Allah SWT pada suatu malam di sebuah masjid. Keluarga ini mendengarkan seorang hafiz sedang melantunkan hafalannya. Momen itulah yang semakin menguatkan niat pasangan ini untuk dapat mencetak putra-putrinya menjadi para hafiz Alquran.
Wirianingsih mengungkapkan, selama tujuh tahun pertama setelah menikah, mereka tidak memiliki televisi. Kondisi ini bukan dianggap sebagai kekurangan, justru memberikan kesempatan agar anak-anak bisa fokus mempelajari Alquran.
Saat anak keduanya lahir, dia memperdengarkan muratal Alquran kepada anaknya tersebut. Tapi suatu ketika, dirinya mendengar anaknya itu mengucapkan potongan surat al Baqarah yang biasa dibacanya.
‘’Subhanallah, ternyata anak saya mampu merekam apa yang saya perdengarkan kepadanya,’’ papar Wirianingsih mengenang. Hal itu semakin membuatnya kian bersemangat untuk mendidiknya buah hatinya menjadi penghafal Alquran. Dalam waktu singkat, sang anak sudah menguasai qiraat jilid lima.
Beberapa metode pengajaran Alquran mereka terapkan. Antara lain, pengajian rutin Alquran seusai Maghrib, membiasakan shalat Subuh di masjid yang dilanjutkan dengan aktivitas hafalan Alquran, membiasakan membaca buku, serta berbagai kegiatan lainnya.
Selain mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orangtua, anak-anak juga menimba pendidikan di pesantren hafiz. Sehingga tidaklah mengherankan, jika dalam waktu tidak terlalu lama, mereka sudah mampu menghafal Alquran.
Putra pertama, Afzalur Rachman (24), sudah hafiz Alquran sejak usia 13 tahun. Putra keduanya, Faris Jihady Hanifa (23) sudah hafal Alquran diusia 10 tahun. Putri ketiga bernama Maryam Qonitat, telah hafal Alquran saat berusia 16 tahun. Adapun adik-adik mereka yakni Scientia Afifah, Ahmad Rosikh Ilmi, Ismail Ghulam Halim, Yusuf Zaim Hakim, Muh Saihul Basyir, Hadi Sabila Rosyad, dan Himmaty Muyassarah, memiliki tingkat hafalan berbeda-beda.
Menurut Wirianingsih, menghafal Alquran akan memiliki banyak manfaat bagi sang anak. ”/Insya Allah/ anak-anak memiliki akhlakul karimah dan ketegasan sikap untuk membendung setiap pengaruh negatif yang marak di tengah masyarakat. Alquran mampu membentengi jiwa mereka agar tetap menjadi umat yang beriman,’’ tuturnya.
Terkait kehidupan keluarga, sambung dia, sangatlah penting antara suami dan istri untuk saling mendukung dan melengkapi. Masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang berkaitan. Dia pun menyayangkan jika masih ada anggapan bahwa hanya istri yang bertanggung jawab mendidik anak, sementara suami mencari nafkah saja.
‘’Itu tidak tepat. Perlu ditekankan keberhasilan pendidikan anak merupakan hasil integrasi dan kerjasama yang baik dari suami dan istri, bahkan kalau kita baca lagi literature-literatur agama, justru porsi terbesar mendidik anak ada pada ayah,’’ kata dia lagi.
Dalam pandangannya, anak adalah masa depan keluarga dan bangsa. Maka itu, maju mundurnya peradaban sebuah bangsa sangat tergantung dari cara dan pola pendidikan yang diberikan kepada anak-anak. Karena itulah, tutur dia, keluarga memiliki peran yang sangat besar.
Selain berhasil mendidik putra-putrinya menjadi penghafal Alquran, Muslimah yang telah aktif berorganisasi sejak di bangku kuliah itu, memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Kiprahnya membentuk PP Salimah serta Aliansi Selamatkan Anak Indonesia, merupakan salah satu bentuk kepeduliannya untuk membangun bangsa dan agama.
‘’Untuk memperbaiki kondisi bangsa, kita harus benahi di tingkat keluarga terlebih dahulu. Kita harus menjaga ketahanan keluarga berdasarkan nilai-nilai Alquran,’’ tegas ustazah yang biasa berceramah hingga ke mancanegara itu. ed; heri ruslan
sumber: http://koran.republika.co.id/koran/52/108224/Hj_Wirianingsih_Ibu_Para_Hafiz

Kiat Menambah Hafalan Qur'an di Tengah Kesibukan

Tulisan ini adalah sharing dari penulisnya G.M.Dianto tentang kiat untuk menambah hafalan quran. Semoga apa yang ditulis bisa di share dan bisa menyemangati kita untuk menghafal quran.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1LM3eiVAkoyt6znZD6MnXGCYqF6Lh94wINhVp3_NcajNOaqQvC9dsKLTOPwjEIxh6dSw0PXM2fYTIV5cimf89UDVm4LlbDIk9uuLzBI6wre3NTf5hfEBBl2huQ7wZ4Wv5o5o8-rQjpwlm/s320/al-qamar+17.bmp
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
( Al-Qamar : 17)

Dalam menjalankan aktivitas kita, kadang kita sering lalai untuk menambah perbekalan hafalan quran kita.
Ditengah kesibukan kita dalam mencari nafkah untuk keluarga, tak terasa waktu semakin cepat berlalu.
Sehingga semakin bertambah tahun, hafalan quran kita tidak nambah-nambah.
Memang sulit untuk membagi waktu, ketika kita dipagi hari harus berangkat kekantor. Dan ketika malam tiba
baru sampai di rumah. Ketika dimalam hari, kondisi tubuh mungkin sudah sangat letih untuk menambah
hafalan quran kita.

Tapi kalau kita punya kemauan keras untuk bisa menambah hafalan quran, ada beberapa cara praktis
bagi orang yg super sibuk sekali pun. Dan Alhamdulillah, berikut adalah beberapa tips berdasarkan pengalaman penulis. Semoga bisa membantu.

Target Hafalan

Sebelum menghafal, kita harus tetapkan target hapalan kita. Misal kita ingin menghapal Quran Jus 29
Di Jus 29 ada 11 surat. Target kita Hapal misal adalah 3 bulan. Maka 8 Hari, hafal 1 Surat.

Tools Hafalan

1. Download MP3 Murottal Jus 29 para syeikh yang hafidz. Silahkan search di google.
Misal Syeikh Saud Al-Syuraim ( Penulis pribadi lebih suka yg ini, utk kelancaran hapalan). Kemudian pasang di Periperal kita
Misal, Tablet, Laptop, BB, I-phone, I-Pad, Handphone dll yg kita punya.

2. Al-quran pojok ( Standard). Untuk menghafal lebih baik gunakan 1 mushab yg standard.

Metoda Hapalan

Kita tentu ingat dengan kisah orang-orang hebat penghafal quran. Walapun dalam penjara, bahkan walaupun ada diantara
mereka buta, tapi dapat menghafal quran dengan baik. Mereka menghafal bukan dengan cara melihat, tapi dengan cara mendengar.
Dari apa yg mereka dengar dari para hafidz, mereka dapat menghafal walaupun buta. Jadi setelah mendengar beberapa kali dari
para Hafidz, mereka coba menghafal dari apa yg mereka dengar dengan Talaqqi.
Maka kalau kita mau memfokuskan indra pendengaran kita, InsyaAllah kita akan mudah dalam menghafal quran.
Apalagi kita bisa gunakan indra penglihatan kita juga untuk menghafal.
Selain tentunya kita sudah bisa membaca quran dengan baik beserta makhojul hurf nya.
Tapi seandainya bacaan kita belum benar dan makrojul hurf kita masih banyak yg perlu di perbaiki. Kita bisa menghafal dengan
Panduan MP3 murottal Syeikh Hudzaifi. Karena Murottalnya lebih lamban, sehingga kita bisa ikuti sesuai bacaannya.Kita bisa mulai dengan hafalan surat-surat pendek di jus 30.

Cara Menghafal

1. Simak murottal surat yg kita ingin hafal, yg sdh kita download di periperal kita. Bisa gunakan earphone.
Tapi yg kita dengar haruslah fokus. Misal yg kita ingin hafal adalah surat Al-Mulk. Maka yg kita setel hanya surat ini
Kemudian setting di softwarenya dengan mode Repeat. Jadi yg kita dengar selama perjalanan hanya surat ini berulang-ulang.
Gunakan waktu selama perjalanan baik di mobil, bus, kereta atau diatas motor, atau waktu istirahat di Kantor, saat makan siang dll.

Jadi misal untuk mendengarkan 1 surat al-Mulk adalah 4 menit, 34 detik.
Maka selama 1 jam, kira-kira kita sudah menyimak sebanyak 13 kali. Setelah menyimak beberapa kali, coba kita ikuti
murottalnya. Tapi usahakan kita betul-betul menyimak apa yg kita dengar. Karena kalau hanya mendengar dan tidak fokus
akan menghambat lengketnya hafalan kita.
Untuk yg pakai WINAMP player, setting MP3, bisa dgn klik kanan pd tulisan WINAMP kemudian pilih yg Repeat & Shuffle. Dan file yg
di upload hanya Surat al-mulk.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqrQ6HXILnm7fswOaJUNPjC-o-rM0A_JPRtgejaeZhqrDNbiP6lvZT9ndqudltz0nlF2nERlB4CZoQsgx-M_UHrPX_M8s44ggq-os9gn52EoxSARriw6a2Glg0dIAJXPapkqH13GYo-0E7/s320/mp3.bmp
2. Dipagi hari, coba kita baca surat al-mulknya. Gunakan Mushab standard. Surat Al-mulk ada 30 ayat, jadi seandainya kita ingin
menghafal selama 8 hari. Maka perhari kita hafalkan 4~5 ayat. Lebih bagus kalau artinya kita telaah. Untuk 5 Ayat sekitar 10~15 menit.
Kalau kita sering mendengar murottalnya InsyaAllah akan cepat hafal.

3. Hari berikutnya coba kita dengar lagi Surat Al-mulknya selama perjalanan kita kekantor. Dan ini kita sesuaikan dengan hafalan
yang tadi pagi sudah kita hafal biar cepat lengket. Ikuti Murottal, fokuskan 5 ayat yang tadi kita hafal.

4. Kalau selama 8 hari kita mendengar murottal Al-mulk 1 jam, maka kita mendengar sebanyak 13 x 8 = 104 kali. Kalau per hari 2 jam
maka kita mendengar sebanyak 208 kali. Jadi kalau kita menyimak dengan baik Insya Allah cepat hafal.
Ketika dipagi hari kita menghafal 5 ayat, akan terasa lebih mudah karena sudah akrab di telinga.

5. InsyaAllah kita bisa hafal kalau kita mau.

Demikian semoga bermanfaat untuk semua, khususnya untuk penulis.

Bekasi 1 june 2011
kulwit @PencintaQuran
Saat ini Mimin lagi menyimak taushiyah Ust Abdul Aziz Al-Hafidz ttg #MotivasiMenghafal. Simak yaa kilasannya :)
“Kita hafal bgt alFatihah krn tak terhitung lagi brp kali kita mngulangnya. Sudahkah hafalanmu diulang sbnyk alFatihah?” #MotivasiMenghafal
“Kalau baru saja mngulang hfln alQuran bbrp kali, gak pantas mengeluh. Apalagi mnyalahkan ‘ini ayatnya susah bgt’.” #MotivasiMenghafal
“Katakan pada surat hafalanmu, ‘saya siap mengulangmu sbnyk seringnya sy mngulang alFatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Bercita-citalah memiliki hafalan alQuran selancar kita melafalkan alFatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“‘janganlah mati kecuali dlm keadaan muslim’. Katakanlah, ‘Tdk ingin mati kecuali dlm keadaan mnghafal alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Menghafal alQuran itu harus INTENSIF dan SEPANJANG HIDUP.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Rasa jenuh bermula dari tak ada kesadaran iman & ibadah. Hati yg bersih takkan merasakn jenuh pd alQuran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Saat mnghafal akan bnyk cobaan. Seakan ditanya, ‘serius kamu ingin mnghafl alQuran?’ Agar diktahui siapa yg SERIUS.” #MotivasiMenghafal
“DOA INTENSIF. ‘Jk hny andalkan kmmpuan diri, sy ini tdk mmpu mnghafal ya Allah. Maka sy tawakkal pdMu mohon prtolongn.” #MotivasiMenghafal
“Berdoa pula dg TERUS MENERUS & dilakukan dg cara2 & di waktu2 mustajab. Ini hajat besar, sngat prlu prtolongan Allah.” #MotivasiMenghafal
“Selain berdoa, kita pun harus SALING MENDOAKAN. Doakan saudara ssama pnghafal alQuran, krn ia berbalik pd kita.” #MotivasiMenghafal
“Dengan menghafal alQuran itu pun berarti kita hendak memuliakan kedua orangtua kita.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Sblum sy mnghafal, sy mulakan dg 100x shalawat. Agar sy mnghafal alQuran dlm keadaan dlimpahi rahmat Allah.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Sy jg mmulakan mnghafal dg istighfar 100x. Jaminan u/ yg brtaubat adlh dlimpahi rizqi. Dan AlQuran itu rizqi terbesar.” #MotivasiMenghafal
“Bagaimana mengisi Bulan Ramadhan ini dg keimanan adalah dg terus meningkatkn interaksi kita dg alQuran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Upayakan aktivitas kita dg alQuran menjadi aktivitas utama dlm sehari-hari.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Bagi yg tlah merasakan nikmatnya bercinta dg AlQuran, maka dia mngandaikan kseluruhan waktuny untk alQuran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal
“Waktu tepat u/ menghafal alQuran adlh waktu ktka SIAP u/ mnghafal & kita harus punya WAKTU yg DEFINITIF bagi alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Waktu yg definitif ini waktu yg DIKHUSUSKAN dan terjadwal untk alQuran. Dg bgitu kita akn sabar dlm mnghafal alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Kesabaran itu prlu dbangun, salahsatu caranya adlh dg mmberikan waktu khusus untk alQuran. Hingga mnjd agenda harian.” #MotivasiMenghafal
“Kpn waktumu buat alQuran? | sesempatnya. | maka ga akn sempat2. JADWALKAN & KOMITMEN memenuhiny: ini KiatSabarMenghafal #MotivasiMenghafal
“Tak ada niat baik yg diupayakan trus mnerus, yg akn trus trkendalai, kecuali pd akhirnya Allah akn berikan KEMUDAHAN.” #MotivasiMenghafal
“Teruslah merayu diri dg AlQuran.” Ustadz Abdul Aziz #MotivasiMenghafal
“Bagi org beriman : smangat tak bermaksiat, jk berdosa sgra bertaubat. Yg tak beriman: menyepelekan maksiat.” UstAbdAziz
“Ktk maksiat itu trus brulang tnpa diikuti taubat & prbaikan diri, maka yg trjadi adlh HILANGNYA selera brsama alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Jng jadikan alasan tak ingin mnghafal hny krn ada kmungkinan brdosa & ktkutan hilang hafalan. Org briman smngatnya smngat tak bermaksiat.”
“Saat maksiat tak diikuti taubat, maka brdampak selera brsama alQuran hilang, yg akn diikuti hilangnya hafalan alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Seorang penghafal alQuran MUTLAK membutuhkan GURU. Tp jk blum ada jng sampai mnunda proses mnghafal alQuran.” #MotivasiMenghafal
“Ssungguhnya kbutuhan jiwa kita pd alQuran mlebihi kebutuhan raga kita pd makanan.” Ustadz Abdul Aziz #MotivasiMenghafal
Skian kilasan taushiyah Ustadz Abdul Aziz AlHafidz ttg #MotivasiMenghafal AlQuran. Yuk semangat mningktkn keimanan dg mnjadi ShohibulQuran.

 Motivasi Menghafal Al-Quran dari Seorang Manajer PT Telkom

Assalamu'alaikum,

Sahabat Midori yg dirahmati Allah, ini ada notes dari FB temen sebagai
penambah semangat dalam menghafal Al-Quran. Di sela-sela kesibukannya
sebagai manajer, ternyata beliau mampu menghafal keseluruhan Al-Quran dalam
tempo yg cukup singkat, 1,5 tahun. Semoga kita bisa menyusul beliau menjadi
para penghafal Al-Quran, amiin...

-------------------

Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak 3 anak, usia 37 th – telah
berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu
sekitar 1,5 th. *Subhanallah Alhamdulillah, Allahu Akbar*. Berikut ini
kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009.

Membangun motivasi antara lain dengan cara:

* Ketika umroh (alhamdulillah mendapat penghargaan dari perusahaan) berdo’a
agar dijadikan oleh Allah sebagai bagian dari orang-orang penghafal Al
Qur’an.

* Menanamkan dalam diri untuk tidak mengingkari nikmat Allah yang telah
begitu banyak Allah berikan.

* Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiyatan (menghambur-hambur waktu,
suka marah kepada istri, dll).

* Saya harus hafal Al Qur’an sebelum usia 40 th.



Metoda yang dipakai oleh beliau dalam menghafal Al Qur’an antara lain
sebagai berikut:

* Kegiatan menghafal didahului dengan belajar tahsin (membaguskan bacaan Al
Qur’an). Di sini ditanamkan bahwa kegiatan tahfidz tidak akan berhasil baik
jika bacaan (tilawah Al Qur’an) belum baik dan benar sesuai kaidah yang
benar. Nizar belajar tahsin di MAQDIS pimpinan ustadz Syaiful Islam
Mubarok, Lc, MAg.

* Nizar berusaha menghafal solitair tanpa guru dan sudah berhasil
menghafalkan 8 juz, namun untuk menambah hafalan dirasa berat sekali jika
tanpa guru, oleh karena itu memutuskan untuk belajar tahfidz (hafalan) di
masjid Habiburrahman (PT DI) di bawah asuhan ustadz Abdul Azis Abdur Rauf,
Lc (al hafidz).

* Quantum Memori Al Qur’an (sebuah metode yang dipakai oleh Yayasan Baitul
Hikmah Bandung yang juga dipakai oleh ESQ-nya Ary Ginanjar Agustian).

* Pilih salah satu dari 2 tipe penghafal:



* TIPE LAMBAT: tidak akan menambah hafalan jika hafalan lama belum sempurna
betul, sehingga waktu banyak dipakai untuk mengulang-mengulang hafalan.

* TIPE CEPAT: lebih dipentingkan setoran tambahan, jika dirasa sudah hafal,
langsung setor kepada pembimbing dengan mengesampingkan terlebih dahulu
kegiatan mengulang hafalan.



Kiat-kiat yang dipakai Nizar antara lain sebagai berikut:

* Atur kembali ”jadwal hidup”, bangun jam 12 malam, manfaatkan waktu sampai
shubuh untuk menghafal yang baru dan mengulang hafalan.

* Alokasi waktu yang paling mudah dikurangi adalah waktu tidur, resikonya
bulan-bulan pertama bakal ngantuk sebagai tantangan utama, namun
selanjutnya akan teratasi.

* Memanfaatkan ”waktu-waktu tunggu” untuk menghafal dan mengulang hafalan,
antara lain: Menunggu rapat dimulai, Menunggu lampu hijau menyala,Saat-saat
macet, ”Waktu break”, daripada ngobrol nggak jelas, lebih baik untuk
menghafal.

* Beristiqomahlah dalam menghafal dengan cara: Selama menghafal perbanyak
beramal sholeh, menjaga sedemikian rupa sehingga sholat fardhu tidak
terlambat, meski hanya terlambat takbiratul ihram.

* Menambah ibadah sunah (sholat tahajud, sholat rawatib shoum sunah).

* Menjaga perut karena sangat rawan dan berpengaruh terhadap penyakit
”ngantuk”.

* Sensitif terhadap makanan yang halal, selalu memperhatikan label halal
terhadap makanan kemasan.

* Menambah infaq.

* Banyak berdo’a agar dimudahkan oleh Allah, karena senjata pamungkas
muslimin adalah do’a.



Closing remark:

”Kesibukan di kantor tidak mengurangi kesempatan berinteraksi dengan Al
Qu’an”



Kiat-kiat yang disampaikan oleh ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al
hafidz):

* Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. ”ah, tadi pagi
kan sudah membaca Al Qur’an, sekarang tidak perlu”. ”ah, kemarin kan sudah,
sekarang tidak usah” harus dihilangkan.

* Berusahalah untuk merasakan kenikmatan dan mendambakan kenikmatan
berlama-lama berinteraksi dengan Al Qur’an

* Yakinlah atas mu’jizat Al Qur’an sehingga kita bisa merasakan keagungan
Al Qur’an

* Benchmark: rokok saja (yang jelas-jelas tidak ada gunanya bahkan haram
menurut fatwa MUI) bisa membuat orang ”sangat akrab”, masa tidak bisa akrab
dengan Al Qur’an

* Perbanyak tilawah Qur’an dengan belajar dari best practice: Abu Hanifah
sepanjang hayatnya mengkhatamkan Al Qur’an 7000 x (anggap saja umurnya 70
th, sehingga kurang lebih sepekan khatam 2 kali)

* Tidak memakai ”tapi” dalam membangun motivasi. ”saya ingin menghafal Al
Qur’an, tapi kan saya sibuk”, ”tapi kan saya sudah 60 th”, ”tapi kan saya
harus berinteraksi intensif dengan anak’, ”tapi kan …. tapi kan … tapi kan
…” hilangkan ”tapi”, ganti dengan YAKIN, YAKIN dan YAKIN

* Jika sudah YAKIN, lanjutkan dengan ”BERAKSILAH”, yaitu perbanyak tilawah
dan hafalan

* Cari dan tumbuhkan segala macam alasan agar tekad bulat selalu terjaga

* Tinggalkan logika manusia (terlalu banyak yg dihafal, sibuk, sudah tua,
dll) yang bisa menghambat semangat menghafal Al Qur’an

* Konsentrasi pada ”AKSI”, jangan konsentrasi pada hasil dan jangan
memikirkan kendala

* Jangan jadikan usia sebagai kendala, banyak sudah contoh saudara kita
yang berhasil menjadi penghafal Al Qur’an dalam usia yang sudah lanjut

* Targetkan ”Al Fatihahkan” semua surat dalam Al Qur’an (hafal betul
seperti menghafal Al Fatihah)

* Tetapkan target, misal ”sebelum usia 40 th, saya harus sudah menghafal Al
Qur’an). Target yg paling baik adalah ”sebelum tutup usia, saya harus sudah
selesai menghafal Al Qur’an”, karena usia manusia tidak ada yang tahu,
sehingga kita akan semangat setiap saat untuk menghafal.

* Tanamkan dalam diri bahwa hidup hanya sekali dan sebentar, harus
manfaatkan waktu yang sekali dan sebentar ini untuk menghafal Al Qur’an

* Sering-seringlah mentafakuri kehidupan

* Perbanyak berdoa dan beramal sholeh

”Semoga kita semua ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari para
penghafal Al Qur’an”


-------------------------
Sumber : kmmi-auh

Diposting di mailing-list Midori oleh Nur Ahmadi, 31 Oktober 2011.
-------------------------
Tuesday, 13 December 2011 18:31

PENGARUH KEMAMPUAN MENGHAFAL
AL
-
QUR’AN
DAN MOTIVASI
BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR
EKSTRAKURIKULER
ELEKTRONIKA SMP ISLAM TERPADU ABU BAKAR YOGYAKARTA
FERRI ANDIKA ROSADI
NIM
0650224103
2
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kemampuan menghafal
Al
-
Qur’an
terhadap Prestasi Belajar
Siswa Ekstrakurikuler
Elektronika, pengaruh
Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar
Siswa Ekstrakurikuler
Elektronika
;
dan
pengaruh kemampuan menghafal
Al
-
Qur’an
dan Motivasi Belajar
Siswa
secara
b
ersama
-
sama terhadap Prestasi Belajar
Siswa Ekstrakurikuler
Elektronika
.
Penelitian ini merupakan penelitian
Ex
-
post Facto
dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah
Siswa
Ekstrak
uriku
l
er Elektronika SMP
IT Abu Bakar Yogyakarta
.
Pengumpulan data menggunakan metode angket dan
dokumentasi.
Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data variabel
Motivasi Belajar
Siswa
yang kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya.
M
etode
dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang
kema
mpuan
menghafal
Al
-
Qur’an
siswa dan
Prestasi Belajar
Ekstrakurikuler Elektronika
Siswa.
Uji validitas instrumen menggunakan
regresi lin
i
e
r sederhana
dan uji
reliabilitas menggunakan
Alpha Cronbach
. Uji persyaratan analisis data
menggunakan uji normalitas d
ata, uji linieritas dan multikolinieritas. Pengujian
hipotesis pertama
dan
kedua menggunakan
analisis regresi sederhana 1 prediktor
,
sedangkan untuk pengujian hipotesis ke
tiga
menggunakan
regresi
ganda
2
prediktor
.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)
Terdapat pengaruh positif dan
signifikan Kemampuan menghafal
Al
-
Qur’an
terhadap Prestasi B
elajar Siswa
Ekstrakurikuler
Elektronika
. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r
x1y
)
sebesar 0,409, dengan sumbangan efektif sebesar 12%; (2) Terdapat
pengaruh
positif dan signifikan Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa
Ekstrakurikuler
Elektronika
. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r
x2y
)
sebesar 0.451
sumbangan efektif sebesar 16%; (3) Terdapat pengaruh positif
kemampuan m
enghafal
Al
-
Qur’an
, motivasi belajar terhadap prestasi belajar
siswa e
kstrakurikuler
elektronika
SMP Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta,
yang ditunjukkan dengan nilai koe
fisien korelasi R sebesar 0,529
,
dan sumbangan
efektif sebesar 28 %.
Kata kunci: kem
ampuan menghafal Al
-
Qur’an, motivasi belajar, prestasi belajar
elektronika

Selasa, 24 Juni 2014

Sajak Cinta

cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila
belum apa-apa
temu pisah kita lebih bermakna
dibanding temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam
dan Hawa

aku adalah ombak samuderamu
yang lari-datang bagimu
hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu
aku adalah wangi bungamu
luka berdarah-darah durimu
semilir sampai badai anginmu

aku adalah kicau burungmu
kabut puncak gunungmu
tuah tenungmu
aku adalah titik-titik hurufmu
huruf-huruf katamu
kata-kata maknamu

aku adalah sinar silau panasmu
dan bayang-bayang hangat mentarimu
bumi pasrah langitmu

aku adalah jasad ruhmu
fayakun kunmu

aku adalah a-k-u
k-a-u
mu

A. Mustofa Bisri
Rembang, 30.9.1995


Aku takkan memperindah kata-kata
Karena aku hanya ingin menyatakan
Cinta dan kebenaran
Adakah yang lebih indah dari
Cinta dan kebenaran
Maka memerlukan kata-kata indah?



Bagimu

Bagimu kutancapkan kening kebangganku pada rendah tanah
Telah kuamankan sedapat mungkin imanku
Kuselamat-selamatkan islamku
Kini dengan segala milikmu ini
Ku serahkan kepadamu, Alloh
Terimalah

Kepala bergengsi yang terhormat ini
Dengan kedua mata yang mampu menangkap gerak-gerik dunia
Kedua telinga yang dapat menyadap kersik-kersik berita
Hidung yang bisa mencium wangi parfum hingga borok manusia
Mulut yang sanggup menyulap kebohongan menjadi kebenaran
Seperti yang lain
Hanyalah seper sekian percik tetes anugerahmu
Alangkah amat mudahnya Engkau melumatnya, Alloh
Sekali engkau lumat terbanglah cerdikku
Terbanglah gengsiku
Terbanglah kehormatanku
Terbanglah kegagahanku
Terbanglah kebanggaanku
Terbanglah mimpiku
Terbanglah hidupku
Alloh
Jika terbang, terbanglah
Sekarang pun aku pasrah
Asal menuju haribaan rahmatmu


 Kalau Kau sibuk Kapan Kau Sempat

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?
Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?

Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban

oleh: Ahmad Mustofa Bisri


PENCURI

Ada yang dicuri dari diriku
Sesuatu yang membuatku
Kemudian pun jadi pencuri
Diam diam dan terus menerus dicuri
dariku apa yang bisa dicuri
Diam diam dan terus menerus kucuri

apa yang bisa kucuri
Malam pun menjadi sahabat
Malu menjadi laknat.
Rasa ragu menjadi pengganggu
Rasa rindu menjadi penunggu
Aku dicuri setiap saat
Aku mencuri setiap sempat
Setiap kali
Dicuri diriku
Kucuri diriku
Sendiri.

A. Mustofa Bisri
1998
KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAI MANA

Kau ini bagaimana?

Kau bilang Aku merdeka, Kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh Aku berpikir, Aku berpikir Kau tuduh Aku kapir

Aku harus bagaimana?

Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak Kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, Aku diam saja Kau waspadai

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku pegang prinsip, Aku memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku
Kau suruh Aku toleran Kau bilang Aku plin-plan

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh maju, Aku maju Kau srimpung kakiku
Kau suruh Aku bekerja, Aku bekerja Kau ganggu Aku

Kau ini bagaimana?

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku Kau suruh berdisiplin, Kau menyontohkan yang lain

Aku harus bagaimana?

Kau bilang Tuhan sangat dekat, Kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara tiap saat
Kau bilang Kau suka damai, Kau ajak Aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh membangun, Aku membangun Kau merusaknya
Aku Kau suruh menabung, Aku menabung Kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku menggarap sawah, sawahku Kau tanami rumah-rumah
Kau bilang Aku harus punya rumah, Aku punya rumah Kau meratakannya dengan tanah

Kau ini bagaimana?

Aku Kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku Kau suruh bertanggung jawab, Kau sendiri terus berucap Wallahu a'lam bissawab

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku jujur, Aku jujur Kau tipu Aku
Kau suruh Aku sabar, Aku sabar Kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh memliihmu sebagai wakilmu, sudah kupilih Kau bertindak semaumu
Kau bilang Kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja Kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana?

Kau bilang bicaralah, Aku bicara Kau bilang Aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam Kau tuduh Aku apatis

Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?

Kau bilang kritiklah, Aku kritik Kau marah
Kau bilang cari alternatifnya, Aku kasih alternatif Kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana?

Aku bilang terserah Kau, Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah Aku, Kau memakiku

Kau ini bagaimana?
Aku harus bagaimana?

(K.H.A. Mustofa Bisri, 1987)
NEGERI KEKELUARGAAN
meski kalian tidak bersaksi
sejarah pasti akan mencatat dengan huruf-huruf besar
bukan karena inilah
negeri bagai zamrud yang amat indah
bukan karena inilah
negeri dengan kekayaan yang melimpah
dan rakyat paling ramah
tapi karena kalian telah membuatnya
menjadi negeri paling unik di dunia
kalian buat norma-norma sendiri yang unik
aturan-aturan sendiri yang unik
perilaku-perilaku sosial sendiri yang unik
budaya yang lain dari yang lain
kalian buat bangsa negeri ini
tampil beda dari bangsa-bangsa lain di muka bumi
kehidupan penuh makna kekeluargaan
yang harmonis, seragam dan serasi
dengan demokrasi keluarga
yang manis, rukun dan damai
dalam sistem negeri kekeluargaan
bapak sebagai kepala rumahtangga
memimpin dan mengatur segalanya
sampai akhir hayatnya
bagi kepentingan keluarganya
kepentingan keluarga adalah kepentingan semua
kepentingan keluarga adalah kepentingan bangsa dan negara
keluarga harus sejahtera
dan semua harus mensejahterakan keluarga
demi kesejahteraan dan kemakmuran keluarga
kepala keluarga nerhak menentukan
sispa-siapa termasuk keluarga
berhak memutuskan dan membatalkan keputusan
berhak mengatasnamakan siapa saja
berhak mengumumkan dan menyembunyikan apa saja
kepala keluarga demi keluarga
berhak atas laut dan dan udara
berhak atas air dan tanah
berhak atas sawah dan ladang
berhak atas hutan dan padang
berhak atas manuasia dan binatang
sejarah pasti akan menulis dengan huruf-huruf besar
bahwa di suatu kurun waktu yang lama
pernah ada negeri kekeluargaan
yang sukses membina dan mempertahankan
kemakmuran dan kebahagiaan keluarga
1997
NEGERI TEKA TEKI
jangan tanya, tebak saja
jangan tanya apa
jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
tebak saja
jangan tanya apa yang terjadi
apalagi apa yang ada di balik kejadian
karena disini yang ada memang
hanya kotak-kotak teka-teki silang
dan daftar pertanyaan-pertanyaan
jangan tanya mengapa
yang disana dimanjakan
yang disini dihinakan,
tebak saja
jangan tanya siapa
membunuh buruh dan wartawan
siapa merenggut nyawa
yang dimuliakan Tuhan
jangan tanya mengapa,
tebak saja
jangan tanya mengapa
yang disini selalu dibenarkan
yang disana selalu disalahkan
tebak saja
jangan tanya siapa
membakar hutan dan emosi rakyat
siapa melindungi penjahat keparat
jangan tanya mengapa,
tebak saja
jangan tanya mengapa
setiap kali terjadi kekeliruan
pertanggungjawabannya tak karuan
tebak saja
jangan tanya siapa
beternak kambing hitam
untuk setiap kali dikorbankan
tebak saja
jangan tanya siapa
membungkam kebenaran
dan menyembunyikan fakta
siapa menyuburkan kemunafikan dan dusta
jangan tanya mengapa
tebak saja
jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
jangan tanya apa-apa
tebak saja
rembang – oktober 1997
SAJAK ATAS NAMA
ada yang atas nama Tuhan melecehkan Tuhan
ada yang atas nama negara merampok negara
ada yang atas nama rakyat menindas rakyat
ada yang atas nama kemanusiaan memangsa manusia
ada yang atas nama keadilan meruntuhkan keadilan
ada yang atas nama persatuan merusak persatuan
ada yang atas nama perdamaian mengusik kedamaian
ada yang atas nama kemerdekaan memasung kemerdekaan
maka atas nama apa saja atau siapa saja
kirimkanlah laknat kalian
atau atas nama Ku
perangilah mereka dengan kasihsayang
rembang – agustus 1997
KAUM BERAGAMA NEGERI INI
Tuhan, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini
mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain
di negeri-negeri lain,
demi mendapatkan ridha Mu
mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka
untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu
mereka bahkan tega menyodok dan menikam
hamba-hamba Mu sendiri
demi memperoleh rahmat Mu
mereka memaafkan kesalahan
dan mendiamkan kemungkaran
bahkan mendukung kelaliman
untuk membuktikan keluhuran budi mereka
terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka
Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini
mereka terus membuatkan Mu rumah-rumah mewah
di antara gedung-gedung kota
hingga tengah-tengah sawah
dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang
untuk meneriakkan nama Mu
menambah segan dan keder hamba-hamba kecil Mu
yang ingin sowan kepada Mu
nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan
hingga pesta agung kenegaraan
mereka merasa begitu dekat dengan Mu
hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu
yang memiliki kelebihan harta membuktikan
kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan
yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan
kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan
yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan
kedekatannya dengan ilmu yang Engkau karuniakan
mereka yang Engkau anugerahi kekuatan
seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri
mereka bukan saja ikut menentukan ibadah
tapi juga menetapkan siapa ke sorga siapa ke neraka
mereka sakralkan pendapat mereka
dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan
hingga takbir dan ikrar mereka
yang kosong bagai perut bedug
Allahu Akbar Walillahil Hamd
rembang – menjelang idul adha 1418 / 1998
REFORMASI TERUS MELAJU
api terus melalap kota dan hutan
bayi-bayi terus dikabarkan dibuang sembarangan
demam berdarah terus meminta korban
aktivis-aktivis terus dikabarkan hilang
perusahaan-perusahaan besar terus dibingungkan utang
menteri-menteri terus bernegosiasi dengan para pemilik piutang
bank-bank terus deg-degan
petinggi-petinggi negeri terus berusaha meyakinkan
negara-negara donor terus mempertimbangkan bantuan
ibu-ibu rumah tangga terus mengeluhkan harga bahan-bahan
toko-toko yang pintunya tak pro reformasi
terus jadi sasaran penjarahan
korupsi, kolusi dan nepotisme terus menjadi pembicaraan
pengamat terus mengkritik dan mempertanyakan
pakar-pakar terus berteori
mahasiswa terus berdemonstrasi
abri terus berjaga-jaga
politisi-politisi terus memasang kuda-kuda
ulama dan umara terus beristighatsah dan berdoa
modal dan moral terus terkikis
sembako dan kepercayaan terus menipis
harga-harga terus naik
rupiah yang dicintai terus melemah
orsospol-orsospol terus bengong
wakil-wakil rakyat terus tampak bloon
padahal pak harto sudah lengser keprabon
reformasi terus melaju
rembang – 1998
TEKA TEKI
binatang apa kira-kira
yang hendak membangun istana
untuk kita semua
?
1998
AKHIRNYA
akhirnya api keserakahan kalian
membakar hutan belukar dan dendam
asapnya menyesakkan napas
berjuta-juta manuasia
memedihkan mata mereka
akhirnya kalian harus memetik hasil
dari apa yang kalian ajarkan
ribuan orang kini telah pandai
meniru kalian menjarah apa saja
yang tersisa dari sehabis jarahan kalian
beberapa tokoh sudah pandai meniru kalian
menyembunyikan gombal kepentingan
dalam retorika yang dimanis-maniskan
akhirnya kalian harus membayar
kemerdekaan dan kedamaian
yang selama ini kalian curi dari kami
kepercayaan yang selama ini
kalian lecehkan
1998
KEMBALIKAN MAKNA PANCASILA
selama ini di depan kami
terus kalian singkat-singkat pancasila
karena kalian takut ketauan
sila-sila yang kalian maksud
sila-sila yang kalian anut
tidak sebagaimana yang kalian tatarkan
kepentingan-kepentingan sempit sesaat
telah terlalu jauh menyeret kalian
maka pancasila kalian pun selama ini adalah :
KESETANAN YANG MAHA PERKASA
KEBINATANGAN YANG DEGIL DAN BIADAB
PERSETERUAN INDONESIA
KEKUASAAN YANG DIPIMPIN OLEH MIKMAT KEPENTINGAN
DALAM KEKERABATAN / PERKAWANAN
KELALIMAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
dan sorga kamipun menjadi neraka
di depan dunia
ibu pertiwi menangis memilukan
merahputihnya di cabik-cabik
anak-anaknya sendiri bagai serigala
menjarah dan memperkosanya
o, gusti kebiadaban apa ini ?
o, azab apa ini ?
gusti,
sampai memohon ampun kepada Mu pun
kami tak berani lagi
1998
KINILAH SAATNYA BERTERUS TERANG
setelah sekian lama
kita dihimpit gelap kabut
ditindih rasa takut
setelah sekian lama
kita digoncang deru angin
setelah semua kata-kata
hanya menggumpal dalam dada
setelah semua merasa lara
kinilah saatnya berterus terang
jangan tutupi kebenaran
agar dunia tetap terang
jangan tutupi kesalahan
biar dada tetap lapang
kinilah saatnya berterus terang
jangan biarkan rasa takut
membuatmu menjadi munafik dan pengecut
cahaya kebenaran telah datang
kinilah saatnya berterus terang
marilah kita bicara laiknya saudara
jangan lagi kita biarkan
kepentingan merekayasa kita
menyumbat makna
tumpukan kata menyuburkan dendam
tumpukan keluhan meledakkan dada
dan akhirnya dendam membakar segalanya
kinilah saatnya berterus terang
setelah sekian lama
kita saling terkam bagai serigala
masihkah tersisa kemanusiaan kita ?
setelah sekian lama
kebencian antara kita membara
masihkan kita bersaudara ?
1998
GELOMBANG GELAP
gelombang gelap menyapu negeriku
memedihkan mata dan hatiku
siapa kalian menggiring gelap
atas panorama bumiku yang elok gemerlap
?
kenikmatan apa yang kalian cari
maka segala milik kami
kalian curi
hingga secercah harapan yang tersisa
pada kami
?
kalian bakar hutan dan dendam
hingga kobarannya sampai kini
tak kunjung padam
gelombang gelap menyapu negeriku
mengacaukan akal sehat
orang-orang waras
menghentikan kesibukan kerja para pekerja
merusuhkan belaian kasih sayang para penyayang
menjauhkan keakraban saudara dengan saudara
mengganggu keasyikan bermain bocah-bocah
mengusik kekhusukan para mukmin beribadah
gelombang gelap menyapu negeriku
Tuhan, ampunilah kami
yang tanpa sadar ikut memperpekat gelap
yang mereka giring kemari
dan datanglah kembali
dengan maha cahya Mu
1998
TAHTA
tahta dan singgasana tempatnya di istana
uang dan emas tempatnya di brankas
rumah dan sawah tempatnya di tanah
padi dan jagung tempatnya di lumbung
ternak dan kuda tunggang tempatnya di kandang
barang-barang tempatnya di gudang
jangan ditempatkan di hari !
DI LUAR HENING LANGIT
di luar hening langit meredam
ronta tangisku atas kehidupan penuh dendam
ketika nurani menagih janji
ketika kemerdekaan menuntut tanggung jawab
pada kekuasaan yang membantai kemanusiaan
pada kepemimpinan yang menyia-nyiakan kesetiaan
pada kekuatan yang memanfaatkan kesabaran
pada keserakahan yang menghina keadilan
ternyata angkara masih saja ikut bicara
o, hening langit
beri kami keindahan bulanmu
untuk menghias batin kami
beri kami cerah mentarimu
untuk mengusir awan gelap pikiran kami
beri kami hening bintang-bintang mu
untuk menerbitkan kearifan diri kami
o, hening langit
ajarilah kami meredam dendam
agar keadilan dan kebenaran sendiri tegak
bagai takdir yang tak tertolak
amin
1418
DOA
kami tak berani menatap langit
bumi yang terbaring
terus mengerang
menghisap air mata kami
( tapi tak menghilangkan, sayang
bahkan menambah dahaga )
SELAMA INI DI NEGERIMU
selama ini di negerimu
manuasia tak punya tempat
kecuali di pinggir-pinggir sejarah yang mampat
inilah negeri paling aneh
dimana keserakahan dimapankan
kekuasaan dikerucutkan
kemunafikan dibudayakan
telinga-telinga disumbat harta dan martabat
mulut-mulut dibungkam iming-iming dan ancaman
orang-orang penting yang berpesta setiap hari
membiarkan leher-leher mereka dijerat dasi
agar hanya bisa mengangguk dengan tegas
berpose dengan gagah
di depan kamera otomatis yang gagu
inilah negeri paling aneh
negeri adiluhung yang mengimpor
majikan asing dan sampah
negeri berbudaya yang mengekspor
babu-babu dan asap
negeri yang sangat sukses
menernakkan kambing hitam dan tikus-tikus
negeri yang akngkuh dengan utang-utang
yang tak terbayar
negeri teka-teki penuh misteri
selama ini di negeri mu
kebenaran ditaklukkan
oleh rasa takut dan ambisi
keadilan ditundukkan
oleh kekuasaan dan kepentingan
nurani dilumpuhkan
oleh nafsu dan angkara
selama ini di negeri mu
manusia hanya bisa
mengintip masalahnya dibicarakan
menghabiskan anggaran
oleh entah siapa
yang hanya berkepentingan
terhadap anggaran
dan dirinya sendiri
selama ini di negeri mu
anginpun menjadi badai
matahari bersembunyi
bulan dan bintang tenggelam
burung-burung mati
bunga-bunga layu sebelum berkembang
dan tembang menjadi sumbang
puisi menjadi tak indah lagi
yang tersisa tinggal doa
dalam rintihan
mereka yang tersia-sia
dan teraniaya
untunglah Allah Yang Maha Tahu
masih berkenan memberi waktu
kepadamu untuk memperbaiki negerimu
dari kampus-kampusmu yang terkucil
Ia mengirim burung-burung ababil
menghujani segala yang batil
dengan batu-batu membakar dari sijjil
dan pasukan bergajah abradah kerdil
bagai daun-daun dimakan ulat
beruntuhan menggigil
di negeri mu
kini telah menyingsing fajar peradaban baru
jangan tunggu, ambil posisi mu
proklamasikan kembali
kemerdekaan negeri mu
rembang, 1998
JADI APA LAGI
jadi apa lagi
yang bisa kita lakukan
bila mata sengaja dipejamkan
telinga sengaja ditulikan
nurani mati rasa
?
apalagi
yang bisa kita lakukan
bila kepentingan lepas dari kendali
hak lepas dari tanggung jawab
perilaku lepas dari rasa malu
pergaulan lepas dari persaudaraan
akal lepas dari budi
?
apalagi
yang bisa kita lakukan
bila pernyataan lepas dari kenyataan
janji lepas dari bukti
hukum lepas dari keadilan
kebijakan kepas dari kebijaksanaan
kekuasaan lepas dari koreksi
?
apalagi
yang bisa kita lakukan
bila kata kehilangan makna
kehidupan kehilangan sukma
manusia kehilangan kemanusiaannya
agama kehilangan Tuhan nya
?
apalagi, saudara
yang bisa
kita lakukan
?
Allah,
kalau saja itu semua
bukan kemurkaan dari Mu terhadap kami
kami tak peduli
rembang, awal dzulhijjah 1418 / 1998
RASANYA BARU KEMARIN
( Versi VI )
rasanya
baru kemarin bung karno dan bung hatta
atas nama kita menyiarkan dengan seksama
kemerdekaan kita di hadapan dunia
rasanya
gaung pekik merdeka kita
masih memantul-mantul
tidak hanya dari mulut-mulut jurkam pdi saja
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun lamanya
pelaku-pelaku sejarah yang nista dan yang mulia
sudah banyak yang tiada
penerus-penerusnya sudah banyak yang berkuasa
atau berusaha
tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
taruna-taruna sudah banyak yang jadi
petinggi negeri
mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
sudah banyak yang jadi menteri
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad lamanya
negara sudah semakin kuat
rakyat sudah semakin terdaulat
pembangunan ekonomi kita sudah sedemikian laju
semakin jauh meninggalkan pembangunan akhlak
yang tak kunjung maju
anak-anak kita sudah semakin mekar tubuhnya
bapak-bapak kita sudah semakin besar perutnya
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
kemajuan sudah menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya
daging sudah lebih tinggi harganya
dibanding ruh dan jiwa
tanda gambar sudah lebih besar pengaruhnya
dari bendera merah putih dan lambang garuda
pejuang marsinah sudah berkali-kali
kuburnya digali tanpa perkaranya terbongkar
preman-preman sejati sudah berkali-kali
diselidiki dan berkas-berkasnya selalu terbakar
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
pahlawan-pahlawan idola bangsa
seperti diponegoro
imam bonjol dan sisingamangaraja
sudah dikalahkan oleh ksatria baja hitam
dan kura-kura ninja
banyak orang pandai sudah semakin linglung
banyak orang bodoh sudah semakin bingung
banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
banyak orang miskin sudah semakin kecurangan
rasanya
baru kemarin
banyak ulama sudah semakin dekat kepada pejabat
banyak pejabat sudah semakin erat dengan konglomerat
banyak wakil rakyat sudah semakin jauh dari umat
banyak nurani dan akal budi sudah semakin sekarat
( hari ini ingin rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
sudahkah kalian
benar-benar merdeka ? )
rasanya
baru kemarin
tokoh-tokoh angkatan 45 sudah banyak yang koma
tokoh-tokoh angkatan 66 sudah banyak yang terbenam
rasanya
baru kemarin
negeri zamrud katulistiwaku yang manis
sudah terbakar habis
dilalap krisis demi krisis
mereka yang kemarin menikmati pembangunan
sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri
rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
mahasiswa-mahasiswa penjaga nurani
sudah kembali mendobrak tirani
para oportunis pun mulai bertampilan
berebut menjadi pahlawan
politisi-politisi pensiunan
sudah bangkit kembali
partai-partai politik sudah bermunculan
dalam reinkarnasi
rasanya
baru kemarin
tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru
rasanya
baru kemarin
pak harto sudah tidak menjadi tuhan lagi
bayang-bayangnya sudah berani persi sendiri
mester habibie sudah memberanikan diri
menjadi presiden transisi
bung harmoko sudah tak lagi
mengikuti petunjuk dan mendominasi televisi
gus dur muali siap madeg pandita
ustadz amin rais sudah siap jadi sang nata
mbak mega sudah mulai agak lega
mas surjadi sudah mulai jaga-jaga
( hari ini rasanya aku bertanya kepada mereka semua bagaimana rasanya merdeka )
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
para jendral dan pejabat sudah saling mengadili
para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
mereka kemarin yang dijarah
sudah mulai pandai meniru menjarah
mereka yang perlu direformasi
sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
mereka yang kemarin dipaksa-paksa
sudah mulai berani mencoba memaksa
mereka yang kemarin dipojokkan
sudah mulai belajar memojokkan
rasanya baru kemarin
orangtuaku sudah lama pergi bertapa
anak-anakku sudah pergi berkelana
kakakku sudah menjadi politikus
aku sendiri sudah menjadi tikus
( hari ini
setelah lima puluh tiga tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama )
rasanya baru kemarin
ternyata sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
( ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa :
merdeka ! )
8 Agustus 1998
SUJUD
Bagaimana kau hendak bersujud pasrah, sedang
Wajahmu yang bersih sumringah,
Keningmu yang mulia dan indah begitu pongah
Minta sajadah agar tak menyentuh tanah
Apakah kau melihatnya seperti iblis saat menolak
Menyembah bapamu dengan congkak
Tanah hanya patut diinjak, tempat kencing dan berak,
membuang ludah dan dahak
atau paling jauh hanya lahan pemanjaan nafsu serakah dan tamak
Apakah kau lupa bahwa
tanah adalah bapa dari mana ibumu dilahirkan
Tanah adalah ibu yang menyusuimu dan memberi makan
Tanah adalah kawan yang memelukmu dalam kesendirian
dalam perjalanan panjang menuju keabadian
Singkirkan saja sajadah mahalmu
Ratakan keningmu
Ratakan heningmuTanahkan wajahmu
Pasrahkan jiwamu
Biarlah rahmat agungAllah membelaimu dan
Terbanglah kekasih.
CINTAMU
 
bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah
rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu
datanglah aku akan berlari menyambutmu
tapi kau terus sibuk dengan dirimu
kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
tanpa meski sekedar melongokku
kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
lalu kau rayu aku dari kejauhan
kau merayu dan memujaku
bukan untuk mendapatkan cintaku
tapi sekedar memuaskan egomu
kau memarahi mereka
yang berusaha mendekatiku
seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu
apakah karena kau cemburu buta
atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimuaku tak kemana mana


BILA KUTITIPKAN

Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung

Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai

Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang

Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api. Tapi

Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku

Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku

Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut pahamku

Kusimpan sendiri.